KULIAH UMUM KAPOLDA PAPUA

kapolda1Kapolda Papua, Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw, berkenan mengunjungi Kampus Universitas Musamus pada hari Rabu, 5 April 2017. Kunjungan Kapolda Papua ini sekaligus memberikan Kuliah Umum kepada Civitas Academica Unmus dengan topik “Kerjasama Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat”. Selain dihadiri oleh mahasiswa, dosen serta pimpinan Unmus, kegiatan ini dihadiri pula oleh Bupati Merauke, Danrem 174/ATW, Dandim 1707/Merauke, Kapolres Merauke, Danlantamal XI Merauke, Danlanud Merauke, sejumlah pejabat di lingkup Polda Papua serta Forkopimda Merauke.

kapolda3Rektor Unmus, Dr. Philipus Betaubun, MT, menyampaikan selamat datang kembali kepada Kapolda Papua serta meminta dukungan Kapolda Papua, Bupati Merauke, serta semua pihak untuk membantu Unmus agar semakin maju dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti yang diamanatkan undang-undang. Rektor Unmus juga menyampaikan dukungan kepada Bupati Merauke dalam menjalankan roda pemerintahan di Merauke hingga akhir masa jabatannya. Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE.M.Si., dalam sambutannya juga mengajak semua peserta untuk menerapkan suasana yang penuh senyum, sapa dan salam dalam hidup bermasyarakat di Merauke. Pemerintah daerah juga memohon kepada Kapolda Papua untuk memberikan pendapat dan pandangannya secara ilmiah kepada para mahasiswa sebagai generasi muda sebagai bekal dalam hidup bermasyarakat serta berharap agar kegiatan ini dapat menciptakan sinergitas, koordinasi dan informasi untuk pembangunan keamanan di Papua.

kapolda4Mengawali kuliah umum, Kapolda Papua mengajak para peserta kuliah umum untuk tidak melupakan sejarah karena bangsa yang melupakan sejarah, akan dengan mudah tercerabut dari akar sejarah itu sendiri. Kapolda Papua juga menyampaikan tentang situasi dan kondisi saat ini yang dapat mempengaruhi kamtibmas seperti kondisi penyelenggaraan negara dan implikasi pembangunan di Papua, pengaruh perkembangan lingkungan strategis, ancaman narkoba dan minuman keras, ancaman terorisme dan radikal bebas, ancaman penjajahan media sosial, proxy war serta propaganda di Papua serta ancaman persatuan dan kesatuan bangsa. Berbagai kondisi tersebut menyebabkan terjadinya banyak hal yang selama ini sering kita dengar. Karena itu Kapolda berharap agar mahasiswa tidak gampang terprovokasi dengan berbagai isu yang beredar tetapi berusaha melaporkan ke pihak berwajib sekaligus meminta klarifikasi apabila ada hal-hal yang belum jelas akar permasalahannya. Pada akhir diskusi juga disampaikan banyak pertanyaan dari mahasiswa terutama masalah penanganan narkoba di Papua, penanganan keamanan serta permasalahan penyalahgunaan ITE (informasi dan transaksi elektronik).

kapolda5

  • Pengumuman

  • Panduan

  • Brosur

  • Lelang

  • Download

Kontak Kami

Pengunjung

Hari Ini345
Minggu Ini13068
Bulan Ini32752
Total354363

IP Anda : 23.20.53.150 22 Juni 2017
Powered by CoalaWeb