Dialog Interaktif Pengembangan Sumber Daya Manusia di Tanah Papua

Pada tanggal 4 Mei 2019, diadakan Dialog Interaktif dengan empat narasumber yaitu Bupati Kabupaten Merauke Bapak Frederikus Gebze, S.E., M.Si, Rektor Universitas Musamus (Unmus) Dr. Philipus Betaubun, Rektor Universitas Cendrawasih (Uncen) Dr. Apolo Safanpo, dan Rektor Universitas Papua (Unipa) Dr. Jacob Manusawai dengan tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia di Tanah Papua. Dialog ini dilaksanakan di Ruang Rapat Soter Nautje, Unmus dan disiarkan secara langsung melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Merauke pada pukul 08.00 WIT sampai pukul 09.00 WIT. Bertindak sebagai moderator dalam acara ini adalah Bung Jack Resubun dari RRI Merauke.

 c_200_200_16777215_00_images_2019_dialog1.jpg

Dalam Dialog Interaktif ini, para Rektor menyampaikan pandangannya, di mana Rektor Unmus menyampaikan upaya Unmus untuk meningkatkan SDM di Tanah Papua dengan meningkatkan akreditasi jurusan-jurusan yang ada di Universitas Musamus, di mana semua Jurusan di Universitas Musamus berhasil meraih akreditasi B, begitu pula institusi Universitas Musamus memperoleh peringkat B, selain itu peningkatan SDM dengan mendatangkan dosen pakar untuk memberikan pelatihan kepada para dosen dan tendik. Kemudian Rektor Uncen menyampaikan langkah pengembangan SDM yaitu dengan menyesuaikan kurikulum pada semua mata kuliah di Uncen mengikuti perkembangan kurikulum terbaru dan juga mengikuti perkembangan dunia kerja agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia kerja. Terakhir Rektor Unipa menempuh langkah peningkatan SDM dosen dan tendik di Unipa, mendirikan program pasca sarjana S2 dan S3 untuk memenuhi permintaan kebutuhan tenaga Magister dan Doktor di Provinsi Papua, khususnya di Papua Barat, selain itu, Unipa juga mengutamakan pendekatan kearifan lokal untuk membantu pemprov dan pemda di Papua Barat dalam upaya Pelestarian dan Konservasi Alam di wilayah tersebut. Sementara itu Bupati Merauke menyampaikan dukungannya terhadap semua Perguruan Tinggi di Papua untuk mengembangkan sumber daya manusia di Tanah Papua, dan berharap langkah-langkah yang telah ditempuh yang disampaikan oleh para Rektor terus dikembangkan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan mulia tersebut.

c_200_200_16777215_00_images_2019_dialog2.jpg

 

c_200_200_16777215_00_images_2019_dialog4.jpg

 

c_200_200_16777215_00_images_2019_dialog4.jpg

 

c_200_200_16777215_00_images_2019_dialog5.jpg

Dialog ini mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat dengan adanya pertanyaan dari perwakilan mahasiswa yang hadir dalam dialog interaktif tersebut dan juga dari para pendengar siaran RRI di Kabupaten Merauke melalui pesan singkat di line telepon 085244581858. Perwakilan Mahasiswa yang bertanya adalah David K. dari jurusan Teknik Informatika Universitas Musamus. Karena keterbatasan waktu, maka jumlah penanya dibatasi. Dialog ditutup dengan closing statement dari Rektor Unmus, Rektor Uncen, Rektor Unipa serta Bupati Kabupaten Merauke.

c_200_200_16777215_00_images_2019_dialog6.jpg

Kuliah Umum Bersama Rektor UNCEN dan Rektor UNIPA

KULIAH UMUM BERSAMAREKTOR UNIVERSITAS CENDRAWASIH

DAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI PAPUA

 

Pada tanggal 3 Mei 2019 diadakan kuliah umum dengan topik “Tantangan Perguruan Tinggi dalam menghadapi Revolusi Industri 4” oleh Rektor dari Universitas Cendrawasih (UNCEN) Dr. Apolo Safanpo S.T., M.T.dan “UNIPA dan Pengembangan UNIPA” oleh Rektor Universitas Papua (UNIPA), Dr. Jacob Manusawai. Kuliah Umum ini merupakan sejarah karena untuk pertama kalinya 3 Rektor dari Universitas Negeri di Papua berkumpul bersama dalam satu kegiatan kuliah umum.Hadir pula daalam kesempatan ini, Bupati Kabupaten Merauke, Bapak Frederikus Gebze S.E., M.Si.yang telah berkenan untuk menjadi moderator dalam kegiatan tersebut.

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulum1.jpg

Kegiatan dibuka oleh Rektor Universitas Musamus, Dr. Philipus Betaubun yang menyampaikan pentingnya kegiatan kuliah umum ini untuk diikuti seluruh mahasiswa, karena mereka dapat berdiskusi tentang dunia pendidikan tinggi di Tanah Papua. Selain itu dalam kegiatan ini akan didiskusikan pula program-program untuk memajukan pendidikan tinggi di Papua.

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulum2.jpg

Pembicara pertama adalah Rektor UNCEN, Bapak Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T. Beliau menyampaikan tentang revolusi pendidikan 4.0 di dunia dan imbasnya terhadap negara-negara berkembang termasuk Indonesia, di mana hampir semua bidang saat ini telah memanfaatkan teknologi IT (Teknologi Informasi) untuk mendukung kegiatan-kegiatannya, sehingga semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, khususnya di Papua, harus meningkatkan kualitas pendidikan tingginya dan menyesuaikannya dengan perkembangan IT, di samping itu mahasiswa juga harus lebih rajin belajar dan berusaha untuk memperoleh wawasan tentang perkembangan teknologi, agar tidak tertinggal dengan mahasiswa-mahasiswa lain di luar Papua. Beberapa langkah yang diambil oleh Rektor UNCEN di antaranya adalah menyesuaikan silabus mata kuliah yang ada dengan silabus terbaru (KKNI) dan juga perkembangan dunia kerja.

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulum3.jpg

Sementara itu, Rektor UNIPA, Bapak Dr. Jacob Manusawai, menyampaikan tentang langkah-langkah yang diambil oleh UNIPA untuk meningkatkan pendidikan tinggi, salah satunya dengan berusaha meningkatkan akreditasi jurusan-jurusan yang ada di UNIPA, membuka program S2 dan S3 untuk memenuhi kebutuhan SDM tingkat Magistar dan Doktor di Papua Barat. Di samping itu, UNIPA juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian dan konservasi alam di Papua Barat, melalui survey, sebagai konsultan dan survey langsung ke lapangan terhadap rencana pengembangan wilayah atau kebijakan pemprov dan pemda yang berhubungan dengan alam di Papua Barat.

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulum4.jpg

Pada sesi tanya-jawab, banyak mahasiswa yang mengajukan pertanyaan, bukan hanya ditunjukan kepada para Rektor, tetapi juga kepada Bapak Bupati Kabupaten Merauke. Di akhir kegiatan, Bapak Bupati selaku moderator membacakan poin-poin penting dari diskusi pada kuliah umum tersebut, beliau juga yang kemudian menutup acara kuliah umum.

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulum5.jpg

 

 

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulum6.jpg

 

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulum7.jpg

 

Comath 2019

c_200_200_16777215_00_images_2019_comath1.jpg

Sebanyak 9 (Sembilan) Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Merauke dan 10 (sepuluh) Program Studi yang ada dilingkungan UNMUS mengikuti Competition of Mathematics (COMATH) ke V yang digelar pada tanggal 29-30 April 2019 oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Musamus. Kesembilan sekolah yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut adalah SMA Negeri 1 Merauke, SMA Negeri 2 Merauke, SMA Negeri 3 Merauke, SMA Negeri 1 Muting, SMA Negeri 1 Kurik, SMA Yohanes XXIII Merauke, SMA KPG Merauke, Madrasah Al Hikmah Merauke dan Madrasah Muhamadiyah Merauke. Sedangkan untuk tingkat mahasiswa, peserta berasal dari PAUD, Agroteknologi, Teknik Informatika, Akuntansi, MSP, Teknik Pertanian, Pendidikan Fisika, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Kimia serta Agribisnis. Tema dari kegiatan COMMATH ke V tahun ini adalah  Mewujudkan Generasi Milenial yang Cinta Matematika, Cerdas dan Kreatif di Tanah Papua”. 

c_200_200_16777215_00_images_2019_comath2.jpg

Selain untuk mempertajam kemampuan matematika peserta, acara ini juga merupakan bentuk promosi Jurusan Pendidikan Matematika Unmusserta dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional Tahun 2019.

c_200_200_16777215_00_images_2019_comath3.jpg

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Yenni P. Pasaribu, ST,M.Si.dalam sambutan sekaligus membuka acara tersebut menyampaikan bahwa matematika merupakan ilmu yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia, sebab itu setiap manusia harus mampu menguasainya. Lewat kompetisi ini diharapkan dapat mengasah kemampuan para peserta lomba dibidang matematika. Selanjutnya beliau juga berharap kedepan setiap pemenang dalam kompetisi seperti ini dapat dikirim untuk mengikuti kompetisi yang sama pada jenjang yang lebih tinggi baik ditingkat daerah maupun ditingkat nasional. Kepada para peserta beliau menyampaikan selamat berkompetisi, tentunya dengan menjujung tinggi sportifitas dan kejujuran.

c_200_200_16777215_00_images_2019_comath4.jpg

Setelah melewati babak penyisihan dan babak semi final, untuk tingkat SMA yang lolos ke babak final ialah SMA Negeri 1 Merauke group A dan B serta SMA Negeri 3 Merauke group A dan B. Untuk final tingkat SMA, final tahun 2019 merupakan pertemuan yang sama seperti tahun lalu. Pada tahun 2018-pun final yang terjadi pada kompetisi ini adalah SMA 1 Merauke vs SMA 3 Merauke. Hasil dari kompetisi yang cukup ketat ini, pada akhirnya SMA Negeri 3 Merauke group A keluar sebagai juara 1, juara2 diraih SMA Negeri 1 Merauke group A, juara 3 SMA Negeri 3 Merauke group B, dan juara harapan 1 SMA Negeri 1 Merauke group B.Sementara, untuk tingkat mahasiswa dari berbagai jurusan juara 1 diraih oleh Jurusan Pendidikan Fisika, juara 2 jurusan Akuntansi, juara 3 Jurusan PG Paud, dan juara harapan 1 Jurusan PBSI.

c_200_200_16777215_00_images_2019_comath5.jpg

 

 

 

Sota Border Festival

c_200_200_16777215_00_images_2019_border1.jpg

Salah satu upaya untuk mengembangkan kawasan perbatasan Sota ialah melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan secara berkelanjutan kepada masyarakat di kawasan perbatasan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui hasil kerajinan tangan dengan memanfaatkan sumber daya alam serta kearifan lokal masyarakat setempat. Hal ini merupakan tujuan dari kerjasama yang telah ditandatangani sebelumnya antara Universitas Musamus dan Universitas Pembagunan Nasional (UPN) Yogyakarta.

c_200_200_16777215_00_images_2019_border2.jpg

Sebagai bentuk tindaklanjut MoU tersebut maka pada tanggal 29 April 2019, dilaksanakan Forum Group Discusion dengan tema Sota Border Festival Based on Local Community. Acara yang diselenggarakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Unmus ini dihadiri oleh Pimpinan Unmus, tim peneliti dari UPN Yogyakarta serta sejumlah stakeholder diantaranya Asisten I Sekda Merauke, Drs. Agustinus Djoko Guritno, M.Si, Kepala Kampung Sota dan Kepala Kepolisian Sektor Sota

c_200_200_16777215_00_images_2019_border3.jpg

Dalam sambutannya, Ketua Tim Peneliti UPN Yogyakarta, Ibu Maya Astuti Dewi menyampaikan optimisme atas apa yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu karena melalui kegiatan-kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan hingga ada masyarakat lokal yang mampu menghasilkan kerajinan tangan yang dapat dijual bagi setiap wisatawan yang berkujung ke kawasan perbatasan Sota.

c_200_200_16777215_00_images_2019_border4.jpg

Sementara Agus Guritno selaku perwakilan Pemda Merauke ketika memberikan sambutan berharap bahwa melalui diskusi yang dilakukan akanada ide-ide yang bermanfaat bagi pengembangan masyarakat lokal yang ada di kawasan perbatasan. Melalui potensi-potensi sumberdaya lokal yang ada sangat mendukung pengembagan kedepan, apalagi dalam waktu dekat akan dibangun Pos Lintas Batas di Sota.

c_200_200_16777215_00_images_2019_border5.jpg

Kegiatan FGD dibagi dalam dua kelompok, dimana masing-masing kelompok melakukan diskusi yang dipimpin oleh masing-masing ketua kelompok. 

c_200_200_16777215_00_images_2019_border6.jpg

Dalam kegiatan tersebut, beberapa warga Sota juga hadir dan membawa hasil-hasil kerajinan tangan mereka untuk  dijual pada tenda-tenda yang telah disediakan.

c_200_200_16777215_00_images_2019_border7.jpg

 

 

 

 

 

Kuliah Umum FISIP


c_200_200_16777215_00_images_2019_kulumfisip1.jpg

Dalam rangka peringatan hari Kartini tahun 2019, BEM Jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Musamus menggelar Kuliah Umum dengan tema “Perempuan dan Literasi, Serta Peran Perempuan dalam Mewujudkan Smart University”. Dengan narasumber Kepala Puslitbang Gender Universitas Hasanudin Makassar, Prof. Dr. Rabina Yunus, M.Si.

           Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 April 2019 di gedung PKM Unmusyang dihadiri oleh dosen di lingkungan Unmus dan mahasiswa dari Jurusan Ilmu Admnistrasi Negara serta beberapa jurusan lainnya yang ada di Unmus.

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulumfisip2.jpg

Acara ini diselenggarakan untuk membangkitkan semangat dan cita-cita Kartini dalam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan sehingga menjadi sejajar dengan kaum lelaki.Dalam sambutannya ketika membuka acara, Warek III Unmus, Yosehi Mekiuw, SP, M.Sc. menyampaikan bahwa Unmus telah memiliki prestasi yang baik walaupun lembaga ini adalahuniversitas negeri yang relatif baru seperti telah mencapai peringkat ke-72 di SINTA. Sehubungan dengan tema kegiatan, kaum perempuan di Unmus terbukti sudah mampu bersaing dengan kaum pria karena 60 % pimpinan Unmus adalah perempuan.

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulumfisip3.jpg

Acara kuliah umum ini dimoderatori oleh Dekan FISIP, Dr. Fitriani, M.Si. Menurut Prof. Rabina, perempuan merupakan pendidik yang utama karena sejak janin dalam rahimnya, seorang ibu telah mengajarkan hal-hal yang baik kepada bayi yang ada dikandungannya, bahkan seorang ibu sudah dapat disejajarkan dengan seorang doktor, disebabkan seorang ibu tentu memahami tantang ilmu manajemen, matematika, kesehatan, gizi, agama, prikologi, hukum, tata boga dan tata busana. Itulah sebabnya peran seorang perempuan tentu sangat besar, baik dalam keluarga maupun masyarakat.

Setelah pemaparan materi, kegiatan perkuliaan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dipenghujung acara dilakukan foto bersama.

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulumfisip4.jpg

c_200_200_16777215_00_images_2019_kulumfisip5.jpg

 

 

  • Pengumuman

  • Panduan

  • Brosur

  • Lelang

  • Download

Kontak Kami

Pengunjung

Hari Ini130
Minggu Ini857
Bulan Ini15580
Total898655

IP Anda : 3.83.236.51 25 Juni 2019
Powered by CoalaWeb