Kuliah Umum Fakultas Teknik Unmus 2018

Fakultas Teknik kembali mengadakan kuliah umum, kali ini bertemakan Grand Inisiasi Nano sains dan Nano teknologi Indonesia, Tantangan dan Strategi Penguasaan Keilmuan Masa Depan di Perguruan Tinggi yang dilaksanakan pada tanggal 26 September 2018 di Gedung PKM Unmus dengan nara sumber Prof. Bambang Sunendar Purwasasmita, PhD dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

c_200_200_16777215_00_images_2018_teknik_nanosains.jpg

Kuliah ini dibuka oleh Rektor Universitas Musamus, Dr. Philipus Betaubun, dan diikuti oleh mahasiswa, dosen dan staff dari semua jurusan yang ada di Fakultas Teknik Unmus. Dalam kesempatan ini Bapak Rektor menyampaikan keberhasilan Unmus dimana hampir seluruh jurusan berhasil meraih nilai akreditasi B, dan telah mengajukan akreditasi institusi. Beliau juga berharap adanya kerjasama dalam bidang akademik dengan Institut Teknologi Bandung.

c_200_200_16777215_00_images_2018_teknik_nanosains1.jpg

Sambutan juga diberikan oleh Prof. Bambang Sunendar, yang dilanjutkan dengan pemberian materi kuliah umum. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tentang asal mula ketertarikannya terhadap nanoteknologi. Dan melalui materi kuliah umumnya, beliau membahas tentang nanoteknologi, penelitian-penelitian beliau tentang nanoteknologi serta maanfaat besar dari penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga mengungkapkan harapannya agar mahasiswa di Indonesia semakin banyak yang melakukan riset-riset dalam bidang sains khususnya nanoteknologi sehingga nantinya dihasilkan penemuan-penemuan baru yang lebih sesuai untuk rakyat Indonesia yang tinggal di daerah tropis

c_200_200_16777215_00_images_2018_teknik_nanosains2.jpg

Kuliah umum ini ditutup oleh Ibu Wakil Rektor I, Dr. Irene M. V Herdjiono, yang menyampaikan harapannya agar mahasiswa Fakultas Teknik dapat memperoleh wawasan yang lebih luas melalui kuliah umum tersebut dan lebih giat untuk melakukan riset-risetteknologi. Kegiatan diakhiri denganfoto bersama peserta kuliah umum

c_200_200_16777215_00_images_2018_teknik_nanosains3.jpg

c_200_200_16777215_00_images_2018_teknik_nanosains4.jpg

KULIAH UMUM FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

KULIAH UMUM FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS MUSAMUS

“KepemimpinanPerempuan Papua dalam Pembangunan”

 

Pada 19 September 2018, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmus mengadakan kuliah umum dengan pemateri Ibu Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, M.A. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung PKM Univesitas Musamus yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, unsur pimpinan Unmus, BEM Unmus, serta undangan baik dari instansi daerah maupun organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan.

c_200_200_16777215_00_images_2018_fisip_fisip.jpg

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Universitas Musamus, Dr. Philipus Betaubun yang menyampaikan pencapaian Unmus yang berhasil memperoleh nilai akrediatasi B pada hampir semua jurusan yang ada di Unmus, sedangkan beberapa jurusan masih terakreditasi C masih dalam pengajuan dan merupakan pencapaian terbaik di wilayah Maluku dan Papua. Beasiswa yang telah diterima sekitar4.000 mahasiswa dari berbagai instansi, lembaga dan perusahaan di antaranya Djarum Fondation, Bank Indonesia, Matahari, serta Pertamina. Beliau juga bercerita tentang peran dan kontribusi mama-mama Papua melalui profesi mereka yaitu berjualan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Merauke.

c_200_200_16777215_00_images_2018_fisip_fisip1.jpg

c_200_200_16777215_00_images_2018_fisip_fisip2.jpg

Sementaraitu Menteri Pemberdayaan Perempuan, Ibu Yohana menyampaikan kepada mahasiswa untuk serius menempuh kuliah karena nantinya akan menjadi penerus penggerak bangsa, mengisi posisi-posisi yang nantinya akan ditinggalkan oleh generasi yang lebih dulu ada. Beliau juga menyampaikan bahwa PBB telah memilih Indonesia sebagai negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia yang dapat menjalankan toleransi beragama dengan baik. PBB juga menganggap posisi perempuan Indonesia sudah lebih baik tetapi masih ada tindak kekerasan terhadap perempuan, selain itu masih banyak wanita di Indonesia yang belum menduduki jabatan-jabatan kepemimpinan. Di Papua masih banyak terjadi tindak kekerasan dalam rumah tangga, masih banyak anak-anak yang tidak bersekolah sampai suka menghirup lem aibon. Ibu Menteri juga menyoroti banyaknya kasus perceraian di mana yang justru meminta bercerai adalah pihak wanita, indeks pembangunan manusia di Papua, serta kesempatan mahasiswa dalam berkarya saat KKN untuk membuat essay, tugas-tugas sosial, serta mengumpulkan data-data kesehatan serta ekonomi. Diakhir kuliah umum, Ibu Menteri menitipkan pesan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswi untuk belajar dengan giat agar tidak sampai terkena DO. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan serah terima cinderamata.

c_200_200_16777215_00_images_2018_fisip_fisip3.jpg

c_200_200_16777215_00_images_2018_fisip_fisip4.jpg

c_200_200_16777215_00_images_2018_fisip_fisip5.jpg

 

PELEPASAN MAHASISWA KKN 2018

PELEPASAN MAHASISWA KKN UNMUS

ANGKATAN XIII GELOMBANG II

TAHUN AJARAN 2018

 

c_200_200_16777215_00_images_2018_kkn_kkn1.jpg

Pada tanggal 08 September 2018, bertempat di halaman Gedung PKM, dilaksanakan pelepasan KKN Mahasiswa Unmus, Angkatan XIII GelombangII Tahun 2018. KKN ini diikuti oleh 637 mahasiswa, terdiri dari 606 KKNRegular, 25 mahasiswa peserta KKN Tematik, serta 6 mahasiswa peserta KKN Kebangsaan. Ketua Panitia KKN Unmus Mulyadi A. Tadjuddin, S.H., M.H menyampaikan bahwa dalam KKN Regular, jumlah kampung yang menjadi sasaran sebanyak 30 kampung di 9 distrik di Kabupaten Merauke, jumlah dosen pendamping lapangan KKN Reguler sebanyak 30 orang.

c_200_200_16777215_00_images_2018_kkn_kkn2.jpg

Ketua LP2M, Drs. Jayadi, M.T pada sambutannya menjelaskan kepada peserta KKN bahwa program KKN adalah memberdayakan masyarakat sesuai kemampuan peserta, bukan memberi materi. Karena kalau memberi materi nantinya masyarakat akan selalu mengharapkan pemberian pada saat KKNberlangsung. Program yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa terdiri dari 4 jenis yaitu : program mandiri, program bidang, program kelompok, dan program bantu. Dalam pelaksanaannya, program-program tersebut harus terukur, agar peserta KKN berikutnyadapat melanjutkan program-program yang baik. Ketua LP2M juga berpesan agar mahasiswa di tempat KKNtidak melakukan perbuatan tercela demimenjaga nama baik almamater dan mahasiswa itu sendiri.

c_200_200_16777215_00_images_2018_kkn_kkn3.jpg

Rektor UNMUS, Dr. Philipus Betaubun, saat pelepasan juga memberikan arahan dan harapan, agar mahasiswa dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya saat di lapangan serta jangan mudah percaya terhadap hoax dan berita yang belum tentu kebenarannya. Setelahnya apabila KKN telah usai, mahasiswa dapat fokus pada studinya agar segera dapatmenyelesaikan kuliahnya. Program-program yang akandikerjakan mahasiswa di lapangan harus sesuai bidang ilmu yang ditekuni.

c_200_200_16777215_00_images_2018_kkn_kkn4.jpg

 

 

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 yang bertema "Mewujudkan Mahasiswa Indonesia yang Unggul, Kreatif, dan Inovatif Berlandaskan Ketakwaan, Kemandirian, dan Kencendekiaan dalam Bingkai Kebhinnekaan" dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus sampai 03 September 2018 di GOR UniversitasNegeri Yogyakarta.

c_200_200_16777215_00_images_2018_pimnas_pimnas.jpg

Dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa kali ini, Unmus mengirimkan tim untuk mengikuti pekan ilmiah tersebut, yang terdiri dari 3 mahasiswa (NurEka Lestari, Maria Ulfa, dan Bastari Putri Savira) yang seluruhnya merupakan mahasiswa dari jurusan PGSD serta 1 pendamping yang merupakan pembimbing PKM mereka yaitu Bapak Adi Sumarsono, S.Pd., M.Pd. Dari 136 perguruan tinggi seluruh Indonesia yang ikut serta dalam pekan ilmiah ini, Unmus berhasil keluar sebagai pemenang pada kategori presentasi terbaik

c_200_200_16777215_00_images_2018_pimnas_pimnas1.jpg

c_200_200_16777215_00_images_2018_pimnas_pimnas2.jpg

c_200_200_16777215_00_images_2018_pimnas_pimnas3.jpg

Bintek Kurikulum Berbasis KKNI

Bintek Kurikulum Berbasis KKNI

 

c_200_200_16777215_00_images_2018_Bintek_bintek1.jpg

Perguruan Tinggi merupakan lembaga yang sangat diharapkan perannya dalam menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Dalam hal ini kurikulum menjadi bagian yang sangat penting dan yang harus terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman karenanya seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maka penerapan kurikulum berbasis KKNI di Perguruan Tinggi sangatlah dibutuhkan agar dapat mengasah potensi mahasiswa yang berwawasan luas dan memiliki skill sesuai dengan kebutuhan ditengah masyarakat. Selain itu, sistem KKNI ini juga akan lebih mempermudah pihak Perguruan Tinggi untuk menentukan tujuan akhir sebagai hasil capaian pembelajaran yang diajarkan.

Berkaitan dengan hal tersebut maka pada hari Selasa 28 Agustus 2018, UNMUS kembali menyelenggarakan bimbingan teknis pendampingan finalisasi kurikulum berbasis KKNI dengan pemateri Prof. Ir. Hendrawan Sutanto. M.Rur,Sc., Ph.D dari Universitas Brawijayadan Dr. Syamsul Arifin, MT dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember

c_200_200_16777215_00_images_2018_Bintek_bintek2.jpg

Acara ini dihadiri oleh Rektor UNMUS, Dr. Philipus Betaubun, Wakil Rektor I Dr. Maria V.I Herdjiono, SE., M.Si, Wakil Rektor III Yosehi Mekiuw, S.P., M.Sc serta Ketua LP3M Dirwan Muchlis, S.Pt., M.P dan tim perwakilan dari enam fakultas yang ada di Universitas Musamus.

c_200_200_16777215_00_images_2018_Bintek_bintek3.jpg

Dalam sambutannya, Rektor UNMUS berpesan kepada semua peserta agar hendaknya mengikuti kegiatan sampai selesai mengingat pentingnya kegiatan ini.Sementara itu Prof. Hendrawan ketika memberikan sambutan menyampaikan bahwa era revolusi industri hingga kini yang ke empat, Perguruan Tinggi dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut. Ia juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap UNMUS yang sukses menggelar pentas budaya pada saat acara penutupan PKKMB (27/8). Menurutnya hal ini patut dicontoh oleh Perguruan tinggi yang lain karena ditengah kemajuan zaman mengakibatkan semakin terkikisnya nilai-nilai budaya diberbagai daerah lain di Indonesia, namun UNMUS justru menunjukan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa nilai-nilai kebudayaan tetap terawat dan dilestarikan dengan baik.

c_200_200_16777215_00_images_2018_Bintek_bintek4.jpg

Setelah selesai memberikan materi, peserta dibagi pada kelompok sesuai fakultas masing-masing untuk penyusunan kurikulum yang berbasis KKNI. Selain materi, untuk menghasilkan penyusunan kurikulum yang sesuai dengan KKNI, pelatihan tersebut berkaitan dengan Penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Review RPS berbasis KKNI. Sebelum penutupan, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan hasil kerja masing-masing kelompok, namun karena keterbatasan waktu maka hanya Fakultas Pertanian yang mempresentasikan hasil kerjanya.

c_200_200_16777215_00_images_2018_Bintek_bintek5.jpg

 

  • Pengumuman

  • Panduan

  • Brosur

  • Lelang

  • Download

Kontak Kami

Pengunjung

Hari Ini289
Minggu Ini289
Bulan Ini10889
Total771026

IP Anda : 18.212.93.234 17 Desember 2018
Powered by CoalaWeb