Selasa, 26 Mei 2026 – Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan ke-17 Gelombang 1 dan Magister Angkatan ke-5 Gelombang 1 Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Musamus (UNMUS) berlangsung khidmat di halaman depan ruang kuliah kampus tersebut. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Senat UNMUS, Dr. Ir. Suyadi, S.T., M.T., yang memulai kegiatan dengan memohon berkat Tuhan Yang Maha Kuasa dan izin para leluhur tanah Malind, sekaligus menyatakan acara terbuka untuk umum.
Dalam kesempatan itu, Rektor UNMUS, Dr. Ir. Daud Andang Pasalli, S.T., M.Eng., menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas pertolongan dan kasih setia-Nya, sehingga seluruh civitas akademika, wisudawan, orang tua, serta unsur pimpinan daerah baik tingkat kabupaten maupun provinsi dapat berkumpul bersama. Ia juga menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran dan dukungan yang diberikan.
Pada wisuda kali ini, UNMUS berhasil meluluskan sebanyak 330 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 86 orang atau sekitar 30% lulus dengan predikat Cum Laude (Pujian), dan seluruhnya dinyatakan lulus tepat waktu—sesuai dengan visi dan misi Kementerian Pendidikan Tinggi yang menekankan penyelesaian studi sesuai jadwal. Para lulusan ini berasal dari berbagai program studi yang tersedia di lingkungan UNMUS.
Rektor kemudian menelusuri sejarah perkembangan kampus yang berdiri sejak tahun 2001. Saat pertama kali didirikan, kampus ini bernama Sekolah Tinggi Teknologi Merauke (STTM), sebelum berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri pada tahun 2010 dan kemudian berganti nama menjadi Universitas Musamus. Hingga tahun 2026 ini, usia UNMUS telah menginjak 25 tahun, melebihi syarat minimal usia perguruan tinggi negeri yaitu 15 tahun. Sepanjang perjalanannya, UNMUS telah meluluskan sekitar 17.000 mahasiswa jalur reguler, ditambah sekitar 8.000 lulusan dari Program Pendidikan Profesi Guru, sehingga total lulusan telah mencapai sekitar 25.000 orang per tanggal 26 Mei 2026.
Tujuan utama pendirian UNMUS adalah membuka akses pendidikan seluas-luasnya di Provinsi Papua Selatan, agar putra-putri daerah dapat meningkatkan kualitas diri dan memiliki daya saing tinggi. Kini, ribuan lulusan UNMUS telah tersebar dan berkarier di berbagai bidang pekerjaan maupun usaha di seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan data tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), terdapat 22.000 mahasiswa yang terdaftar di UNMUS. Dari jumlah itu, sekitar 12.000 hingga 13.000 mahasiswa aktif mengikuti perkuliahan setiap semester, sedangkan sisanya berada dalam status cuti akademik atau kondisi lain. Komposisi mahasiswa di kampus ini cukup seimbang, yaitu sekitar 47% adalah Orang Asli Papua (OAP) dan 53% berasal dari wilayah nusantara lainnya—sesuai cita-cita awal pendirian agar universitas ini memberi dampak nyata bagi masyarakat Papua Selatan.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 4.200 mahasiswa mendapatkan bantuan pendidikan dari berbagai sumber, mulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan biaya pendidikan, dukungan Bank Indonesia, beasiswa Jarum, Beasiswa Unggulan, Beasiswa Dipa Bel, hingga beasiswa bagi mahasiswa berprestasi baik di bidang akademik maupun seni. Program ini bertujuan memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan menjadi lulusan berkualitas serta berdaya saing.
Secara tata kelola organisasi, UNMUS dikelola melalui tiga organ utama: Senat Universitas, Rektorat, dan Satuan Pengawas Internal. Di bawah naungan Rektorat, terdapat tiga Wakil Rektor, 6 Fakultas, 2 Biro, 2 Lembaga, 6 Kepala Unit Akademik, dan 35 Program Studi—yang terdiri dari 31 program studi Sarjana, 2 program studi Magister, dan 2 program studi Profesi.
Menatap masa depan, Rektor memaparkan rencana strategis pengembangan UNMUS. Mengingat kebutuhan masyarakat Papua Selatan akan tenaga kesehatan dan tenaga terdidik yang mumpuni, kampus ini berencana membuka Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat dalam satu wadah terpadu. Selain itu, akan dikembangkan pula program magister di setiap fakultas yang ada—mulai dari Teknik, Ekonomi, Hukum, Pertanian, FKIP, hingga FISIP. Targetnya, jumlah program studi di UNMUS akan bertambah menjadi 40 jurusan, sehingga memberikan banyak pilihan bagi putra-putri daerah sesuai minat dan bakatnya.
Sebagai universitas paling timur di Indonesia yang berada di wilayah Otonomi Khusus, UNMUS juga berencana mendirikan Fakultas Fokasi dan Budaya. Fakultas ini nantinya akan menyelenggarakan program studi unik yang berkaitan langsung dengan kearifan lokal, guna melestarikan budaya dan adat istiadat yang ada di Papua Selatan.
Dari sisi sumber daya manusia, UNMUS saat ini didukung oleh 453 tenaga pendidik (dosen). Di antaranya, 61 orang telah bergelar Doktor, dan 26 orang memiliki jabatan fungsional Lektor Kepala. Berdasarkan status kepegawaian, terdapat 320 dosen berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 126 orang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, dari jumlah seluruh dosen tersebut, hanya 19 orang atau sekitar 4% yang merupakan Orang Asli Papua. Angka ini dinilai masih sangat kecil, sehingga menjadi tanggung jawab besar universitas untuk mendorong lebih banyak putra daerah menjadi tenaga pendidik di kampus sendiri.
Oleh karena itu, pada tahun 2026 ini, UNMUS meluncurkan program khusus bagi Orang Asli Papua, yaitu memberikan kesempatan melanjutkan studi ke jenjang magister di kampus ini dengan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebanyak 4 orang terpilih akan mewakili empat kabupaten di Papua Selatan: satu orang dari Merauke, satu dari Boven Digoel, satu dari Mappi, dan satu dari Asmat. Program ini akan diperluas ke depannya seiring dibukanya program magister di setiap fakultas, agar persentase keterwakilan OAP dalam struktur akademik terus meningkat.
Sementara itu, jumlah tenaga kependidikan di UNMUS mencapai 175 orang. Rinciannya: 137 orang berstatus PNS, 71 orang PPPK, dan 64 orang tenaga non-ASN. Dari jumlah tersebut, hanya 28 orang atau sekitar 16% yang merupakan Orang Asli Papua. Hal ini menjadi fokus perhatian, sehingga ke depannya UNMUS akan terus berupaya meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan jenjang karier sumber daya manusia asal daerah agar sesuai standar regulasi yang berlaku.
Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh orang tua wisudawan yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada UNMUS untuk mendidik anak-anak mereka. Ia berpesan agar para lulusan terus mempersiapkan diri menghadapi persaingan global dan mampu menunjukkan kualitas diri sebagai manusia berdaya saing tinggi dari tanah Papua Selatan.
Selanjutnya, Soleman Jambormias yang mewakili Gubernur Provinsi Papua Selatan menyampaikan sambutan dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Ia mengajak para lulusan untuk terus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengingatkan bahwa dunia ini hanya mengenal tiga hal besar: Maha Kuasa (Tuhan), Maha Guru (ilmu pengetahuan), dan Mahasiswa (pewaris ilmu).
“Orang yang berilmu adalah orang hebat dan luar biasa. Pertahankanlah ilmu yang kalian dapatkan dan wujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa menjadi sarjana bukan berarti harus hanya mengejar karier sebagai Pegawai Negeri Sipil, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi sesama, sehingga pantas disebut sebagai sarjana yang hebat.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap para lulusan benar-benar mampu menerapkan ilmu yang telah didapat selama kuliah. Hal ini sejalan dengan moto UNMUS: “Jangan lihat kecil tubuhku, tetapi lihat hasil karyaku.” Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan universitas dan seluruh sivitas akademika atas kerja keras melahirkan putra-putri hebat Papua Selatan.
“UNMUS harus menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Papua Selatan dan mampu bersaing sejajar dengan perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia. Jadilah garda terdepan perubahan di tanah ini dan lahirkan manusia-manusia sejati yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi sesama,” tambahnya.
Secara khusus, pesan Gubernur ditujukan bagi para lulusan Orang Asli Papua. “UNMUS hadir untuk mengangkat martabat kita semua. Teruslah berbenah diri, kejar cita-cita setinggi langit, dan jadilah sarjana yang ilmunya berguna di mana saja, baik di dalam maupun luar negeri. Harapannya, suatu hari nanti jumlah dosen asal daerah di UNMUS akan lebih banyak dibandingkan pendatang, sehingga kita benar-benar menjadi tuan di negeri sendiri,” tutup Soleman.
Penulis: Urbanus Atek Kiaf Yolmen


